Analisa Bandarmologi Saham Accumulation-Distribution

By | August 14, 2016

Analisa bandar atau bandarmologi itu apa sih? sebelum lanjut pasti Anda pernah bertanya. saham apa yang akan digoreng bandar? Bandar sedang akumulasi saham apa? Apakah bandar sudah mulai distribusi? Analisa bandarmologi erat kaitannya dengan istilah akumulasi dan distribusi. Istilah akumulasi dan distribusi bukanlah istilah baru di pasar modal, istilah itu sudah muncul pada akhir abad ke 18, dan pertama kali dipopulerkan Carles Dow dan Edward Jones, teori yang kita kenal sebagai Dow Theory.

Menurut DOW THEORY trend pergerakan harga saham terbagi menjadi 3 fase :
Fase Akumulasi, fase dimana pembelian umumnya dilakukan oleh para “investor cerdas” yang memiliki informasi paling akurat, analisa paling tajam, dan atau para profesional. Pada fase ini biasanya market sedang dalam kondisi “jelek” di mana setiap hari market dipenuhi berita-berita negatif. Dalam kondisi ini investor ritel hampir tidak ada yang berani melakukan pembelian, market dipenuhi dengan rasa takut dan panic selling.
Fase Partisipasi Publik, setelah tekanan jual berakhir, harga mulai berbalik arah dan berita-berita positif mulai bermunculan, umumnya para investor ritel mulai berani untuk melakukan pembelian, para techbicalist juga mulai melakukan pembelian seiring semakin banyaknya sinyal beli yang muncul dari technical indicator masing-masing. Kondisi ini ditandai dengan kenaikan harga dalam jangka waktu yang cukup lama, dan rasa takut (fear) perlahan berubah menjadi rasa tamak (greedy). Berita-berita positif bermunculan dan target-target harga semakin hari semakin meningkat, membuat harga saham ini menjulang tinggi.
Fase Distribusi, dalam masa-masa euforia yang terjadi dalam fase partisipasi publik, investor-investor cerdik di atas, yang pertama kali melakukan akumulasi, secara perlahan mendistribusikan barangnya kepada publik, hal tersebut menimbulkan tekanan jual, yang akhirnya membuat harga kembali turun.
Jika kita terjemahkan kedalam Ilmu Bandarmology, “Investor cerdas yang memiliki informasi paling akurat, analisa paling tajam dan para profesional trader” itulah yang sering kita sebut sebagai Bandar atau Market Maker.
Mereka adalah para Big Player yang memiliki infirmasi yang tidak (atau belum) diketahui oleh investor ritel, analisa yang paling akurat, sehingga mereka yang berani melakukan pembelian dikala terjadi panic selling, dan bukan hanya itu mereka yang bisa “menghentikan” tekanan jual, dan membalikan trend pergerakan harga.

Untuk mendeteksi adanya akumulasi / distribusi kita tidak dapat melihatnya dari pergerakan harga (candlestick) / analisa technical, karena data yang dianalisa dalam analisa technical hanyalah HARGA (open-high-low-close) & VOLUME (jumlah lembar saham yang ditransaksikan pada hari tersebut), jadi tidak mungkin dapat mendeteksi apa yang sedang dilakukan oleh bandar atau investor ritel hanya dari kedua data tersebut. Salah satu caranya adalah dengan mendeteks kode broker-broker yang melakukan pembelian dan penjualan, memang benar kode broker tidak secara otomatis menjelaskan siapa di balik kode broker tersebut, namun pemahaman akan konsep bandarmologi yang benar, akan sangat membantu kita untuk memprediksi siapa yang berada di balik pembelian dan penjualan sebuah kode broker tersebut.

DALAM TEORI BANDARMOLOGI, BROKER DIBAGI 4 KATEGORI :

bandarmologi

BROKER ASING, tidak sebatas broker- broker yang dimiliki oleh institusi asing, melainkan broker – broker yang sudah memiliki nama besar di dunia financial dunia beroperasi di hampir semua bursa saham utama di dunia, dan dianggap sebagai pengendali market dunia.
Nama-nama besar seperti JP Morgan, BNP Paribas, Deutsche Bank, Credit Suisse dan beberapa investment banking terbesar dunia lainnya, yang juga beroperasi di pasar modal Indonesia. Pihak-pihak di balik broker-broker ini hampir pasti adalah bandar, karena memang broker-broker ini tidak terlalu tertarik mencari nasabah investor perorangan seperti kita.
Tidak semua broker asing bisa kita anggap sebagai bandar, salah satu broker dengan nasabah ritel terbanyak di Indonesia, Daewoo Securities juga adalah sekuritas yang dimiliki oleh asing, namun secara bandarmologi tidak dianggap sebagai ‘broker asing’.

Anda punya bisnis? berarti WAJIB PUNYA WEBSITE untuk Kampanye profile usaha Anda di internet agar dikenal masyarakat Luas. Urusan website? Kunjungi ADROHOST.COM !

BROKER INSTITUSI/LOKAL, adalah broker-broker lokal namun biasanya dimiliki oleh pemerintah, atau sebuah konglomerasi tertentu, tidak jarang broker-broker ini juga digunakan oleh ‘pemiliknya’ untuk menjalankan aksinya di market. Contoh sederhana adalah ketika terjadi buyback yang dilakukan oleh beberapa emiten BUMN, broker-broker lokal BUMN disinyalir kuat menjadi broker yang digunakan untuk melaksanakan aksi buyback tersebut.
Meskipun tidak 100%, namun menurut penelitian kami lebih dari 70% dari transaksi yang dilakukan broker-broker dalam kategori ini, dikomandoi oleh Bandar. Beberapa broker lokal yang masuk dalam kategori ini antara lain : CC (Mandiri Sekuritas), EP (MNC Securities), DX (Bahana Sekuritas), dll.

BROKER RITEL, adalah broker yang umumnya kita gunakan, broker-broker yang umumnya dikenal secara luas, kantor cabangnya dimana-mana, sebagian dari kita bahkan mungkin pernah ditelepon oleh salah satu marketing dari sekuritas-sekuritas ini.
Broker-broker ritel memang mengincar investor perorangan seperti kita, dua broker paling besar di kategori ini adalah PD (IPOT) dan YP (Daewoo Sec). Jika kedua kategori sebelumnya identik dengan bandar, maka kategori ini sangat identik dengan investor ritel, yang tidak memiliki kekuatan, bermodal terbatas, namun jumlahnya ada puluhan ribu investor.

BROKER ANONIM, tidak ada nama resmi untuk kategori ini, intinya broker-broker yang masuk dalam kategori ini adalah broker yang namanya cukup asing didengar, kantor cabangnya tidak diketahui keberadaannya, bahkan umumnya tidak memiliki website, kalau ada pun umumnya tidak terurus. Namun di balik semua itu di saham-saham tertentu broker – broker dalam kategori ini sering kali memiliki nilai transaksi yang lebih besar dari ketiga kategori di atas. Broker dalam kategori ini jumlahnya bahkan lebih banyak dari kategori yang lain, dan hampir pasti dikuasai oleh bandar.

Analisa Bandarmology adalah analisa yang menurut saya masuk akal dan membuat saya berani untuk mengambil keputusan investasi. Sederhananya kita akan berani untuk membeli saham sebanyak 100 juta rupiah, jika di saat yang sama kita melihat ada satu sekuritas yang sedang melakukan akumulasi sebesara 20M. Berbeda dengan Analisa Technical yang subjective dan hanya mengikuti arah pergerakan harga, atau Analisa Fundamental yang kaku, dan sangat sulit untuk dilakukan oleh investor ritel karena terbatasnya informasi, dan banyaknya rumor-rumor yang tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya.

Saya harap artikel ini bisa berguna bagi rekan-rekan semua dalam mengarungi kejamnya dunia Pasar Modal. Jika anda berminat mempelajari dan mengembangkan Analisa Bandarmologi ini, anda bisa mengikuti Bandarmologi Workshop dan bergabung dengan rekan-rekan alumni untuk memprediksi langkah-langkah yang sedang dilakukan oleh market

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anti-Spam Quiz: