Analisa Teknikal Saham

By | August 14, 2016

Analisis Teknikal atau Technical Analysis adalah teknik analisa yang menganalisa fluktuasi harga dalam rentang waktu tertentu. Dari pergerakan harga tersebut trader mengamati pola-pola tertentu yang dapat dipakai sebagai dasar untuk melakukan pembelian atau penjualan.

Pergerakan harga saham dapat digambarkan sebagai grafik. Ada banyak jenis grafik yang bisa dipakai. Namun umumnya grafik Candlestick yang paling banyak dipakai, karena lebih mudah dibaca. Grafik candlestick juga memuat harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi dan terendah.

Untuk analisa grafik candlestick juga ada banyak metode. Contohnya Trend Line, Rectangle, Fibonacci Retracement, dan lain sebagainya. Yang paling umum dipakai adalah trend line. Trend line adalah garis imajinatif yang dibuat untuk menunjukkan kecenderungan (trend) pergerakan harga saham. Misalnya kita bisa tahu harga sedang uptrend (cenderung naik), downtrend (cenderung turun) atau sideways (datar). Dengan mengetahui berbagai pola ini Anda akan dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya perubahan harga. Nah, dalam menentikan trend line sebagai tambahan pertimbangan bisa menggunakan indikator sebagai berikut :

6 INDIKATOR ANALISA TEKNIKAL YANG PALING POPULER

1. MOVING AVERAGE
analisa teknikal saham
Tidak bisa digugat lagi, Moving Average (biasa disingkat MA) memang indikator sejuta umat bagi trader. Moving average yang biasa disingkat MA adalah jenis indikator teknikal yang digunakan untuk menampilkan nilai harga rata-rata saham atau index harga saham gabungan (IHSG) selama periode waktu tertentu. Periode waktu tertentu disini biasanya :
– MA5 (periode jangka waktu sangat pendek selama 5 hari).
– MA20 ( periode waktu jangka pendek selama 20 hari)
– MA50/60 (periode waktu jangka menengah selama 50/60 hari)
– MA200 (periode waktu jangka panjang selama 200 hari)
CARA PENGGUNAAN :
– Apabila garis MA periode pendek (MA5) memotong ke atas periode panjang (MA20) dianggap sinyal beli.
– Sebaliknya, Apabila garis MA periode pendek (MA5) memotong periode panjang (MA20) ke bawah dianggap sebagai sinyal jual.

2. MOVING AVERAGE CONVERGENCE DIVERGENCE (MACD)
analisa teknikal saham
Moving Average Convergence/Divergence (MACD) adalah indikator yang berfungsi untuk menunjukkan trend yang sedang terjadi dan juga bisa memberikan sinyal beli atau jual. Pembuatnya adalah Gerald Appel pada tahun 1960-an.
CARA PENGGUNAAN :
– Sinyal BELI terjadi apabila garis MACD memotong dari BAWAH ke ATAS terhadap garis Sinyal (Golden Cross) atau garis titik nol; sedangkan sinyal JUAL terjadi apabila garis MACD memotong dari ATAS ke BAWAH terhadap garis Sinyal (Dead Cross) atau garis titik nol.
– Sinyal Bullish dan Bearish juga dihasilkan oleh Divergence antara tren pergerakan harga dan tren garis MACD; atau antara pergerakan harga dan MACD Histogram.

Anda punya bisnis? berarti WAJIB PUNYA WEBSITE untuk Kampanye profile usaha Anda di internet agar dikenal masyarakat Luas. Urusan website? Kunjungi ADROHOST.COM !

3. RELATIVE STRENGTH INDEX (RSI)
analisa teknikal saham
Relative Strength Index (RSI) diperkenalkan oleh J. Welles Wilder pada tahun 1978 dalam bukunya New Concept in Technical Trading System. Indikator ini banyak digunakan para trader sampai sekarang. Fungsi RSI adalah untuk mendeteksi kondisi Overbought (Jenuh Beli) dan Oversold (Jenuh Jual). Wilder merekomendasikan level di atas 70 sebagai area Overbought, sedangkan area Oversold untuk level di bawah 30. Sebagian trader mengganti level 30-70 menjadi 20-80 untuk meredam bad signal dari RSI.

4. INDIKATOR STOCHASTIC
analisa teknikal saham
Pembuat indikator Stochastic adalah George C. Lane, President of Invesment Educators, Inc. Kegunaan utama indikator ini antara lain untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (Overbought) dan jenuh jual (Oversold). Stochastic memiliki dua garis dalam osilator, yang disebut dengan garis %K (diberi warna hitam/biru donker, pada gambar berikut) dan garis %D (diberi warna merah pada gambar berikut). Kedua garis ini berkisar (oscillate) pada skala vertikal 0 – 100. Di atas level 80 disebut zona Overbought, sedangkan di bawah level 20 disebut zona Oversold.
CARA PENGGUNAAN :
– Area di atas level 80 adalah Overbought, sementara di bawah 20 adalah Oversold. Sinyal Overbought dapat diabaikan dalam tren naik (Bullish) yang kuat, sementara sinyal Oversold dapat diabaikan dalam tren turun (Bearish) yang kuat.
– Sinyal BELI terjadi apabila garis %K memotong dari BAWAH ke ATAS garis %D di area OVERSOLD; sedangkan sinyal JUAL terjadi apabila garis %K memotong dari ATAS ke BAWAH garis %D di area OVERBOUGHT.
– Sinyal Beli dan Jual juga dihasilkan oleh Divergence antara tren garis %K dan tren pergerakan harga.

5. INDIKATOR BOLLINGER BANDS
analisa teknikal saham
Bollinger Bands dibuat oleh pakar Analisa Teknikal bernama John Bollinger pada tahun 1980-an. Indikator ini merupakan derivat dari Moving Averages yang dikembangkan menjadi 2 (dua) garis, yaitu Garis Atas (atau disebut Upper Band), dan Garis Bawah (atau disebut Lower Band). Kedua garis ini membatasi pergerakan saham, dengan lebih dari 90% berada di dalamnya.

6. INDIKATOR PARABOLIC SAR
analisa teknikal saham
Parabolic SAR merupakan indikator yang baik untuk dipakai dalam tren Bullish atau Bearish (trend following) yang kuat. Indikator ini kurang cocok untuk pergerakan harga yang Sideways. Penemunya adalah seorang teknikal analis terkenal J. Welles Wilder pada tahun 1978, melalui karyanya berjudul New Concept in Technical Trading System. Kata “SAR” pada indikator tersebut merupakan akronim dari Stop And Reverse, yang menunjukkan komparasi antara harga dan waktu. Sedangkan kata “Parabolic” untuk menunjukkan gambar garis lintasan parabola yang dibentuk oleh indikator ini. Garis Parabolic SAR terdiri dari titik-titik atau dots yang membayangi pergerakan harga. Titik-titik tersebut menandakan waktu untuk melakukan aksi beli maupun jual.
Parabolic SAR merupakan indikator yang berfungsi sebagai trading system sederhana, dimana ia tidak hanya menunjukkan entry point, namun juga sekaligus exit point.

Setelah Anda memilih saham dengan analisa fundamental saham. Anda kombinasikan dengan 6 indikator analisa teknikal paling populer di atas. Pemilihan indikator tersebut berdasar peringkat pencarian di Google. Tapi indikator ini belum tentu cocok untuk Anda. Jadi Anda harus mencoba sendiri dan menentukan mana yang cocok digunakan untuk trading.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anti-Spam Quiz: