Cara Menilai Kewajaran Harga Saham

By | September 10, 2016

Secara garis besar, terdapat 2 metode pendekatan dalam penilaian harga saham, yaitu metode fundalmental dan metode teknikal.

Metode fundamental adalah suatu metode penilaian harga saham yang lebih berfokus kepada bagaimana kinerja suatu perusahaan dibandingkan dengan dengan transaksi harga saham perusahaan yang bersangkutan. Metode ini juga didasarkan pada penilaian kinerja perusahaan yang terdiri atas analisa tingkat makro, tingkat industri dan tingkat perusahaan. Analisa tingkat makro meliputi tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, kondisi ekspor/impor, pergerakan kurs mata uang, dll. Sebagai contoh ketika inflasi tinggi, seringkali terjadi penurunan drastis pada perusahaan – perusahaan yang bergerak di bidang otomotif.

Metode teknikal adalah metode penilaian harga saham yang didasarkan hanya kepada pergerakan harga saham di bursa, yaitu apakah secara teknikal suatu saham harganya akan naik atau turun tanpa memperhatikan fundamental atau kinerja perusahaan.

Namun kalau kita boleh mengerucut, ada beberapa metode yang sudah umum digunakan sebagai referensi para investor atau analis pasar modal saat ini yaitu :

1) METODE PRICE EARNING RATIO (PER)

PER digunakan untuk menentukan nilai intrinsic atau harga wajar suatu saham dengan cara mengetahui berapa besar perkiraan return yang akan diperoleh apabila investor membeli suatu saham. Secara umum PER juga dapat digunakan sebagai perbandingan harga saham suatu perusahaan dari industri sejenis apakah sahamnya mahal atau tidak. Sebagai contoh PER Bank CIMB adalah 15 kali dan PER Bank BRI 17 kali, maka PER yang lebih menarik adalah Bank CIMB.

Ada pun rumus yang umum digunakan dalam menghitung PER adalah :

PER = HARGA SAHAM
EPS

Contoh : misalkan dalam laporan keuangan PT. XYZ Tbk. Diketahui bahwa modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar RP 10 Miliar. Nilai nominal saham Rp 500/Lembar. Laba perusahaan Rp 1 Miliar. Harga saham perusahaan sebesar Rp 1.400. Berapakah PER perusahaan PT. XYZ Tbk ?

Jawab :

  • Jumlah Lembar saham = Rp 10 Miliar : Rp 500 = 20 Juta lembar
  • EPS = Rp 1 Miliar : 20 Juta Lembar = Rp 50

Contoh lain misalkan dalam laporan keuangan PT. XYZ Tbk. Yang bergerak di bidang industry pertambangan yaitu diketahui data sebagai berikut :

  • EPS sebesar Rp 100
  • Harga saham diperdagangkan di bursa efek Rp 3.800
  • Standar PER untuk industri pertambangan 20 kali

Apakah harga saham PT. XYZ Tbk sebesar Rp 3.800 tersebut mahal atau murah ?

Jawab : dengan standar PER untuk industry pertambangan dimisalkan sebesar 20 kali maka wajar saham PT. XYZ Tbk adalah 20 x EPS atau 20 x Rp 100 = Rp 2.000. Karena harga di bursa diperdagangkan dengan harga Rp 3.800 sehingga PER menjadi Rp 3.800 : Rp 100 = 38 kali, maka PER terlalu tinggi dari standar yang berlaku atau saham PT. XYZ Tbk terlalu mahal (overvalue).

Anda punya bisnis? berarti WAJIB PUNYA WEBSITE untuk Kampanye profile usaha Anda di internet agar dikenal masyarakat Luas. Urusan website? Kunjungi ADROHOST.COM !

2. METODE PERKIRAAN PENDAPATAN

Selain metode PER, metode perkiraan pendapatan juga bertujuan untuk menentukan berapa nilai instrinsik atau nilai wajar suatu saham kemudian membandingkannya dengan masing – masing pergerakan dari transaksi pergerakan harga saham tersebut. Ada pun perbedaan antara metode perkiraan pendapatan dengan metode PER bahwa metode PER tidak memasukkan unsur perkiraan pendapatan yang akan diperoleh investor, sedangkan penilaian harga saham dengan menggunakan metode perkiraan pendapatan memasukkan unsur berapa besar pendapatan yang akan dibagikan kepada para investor dari pendapatan atau laba yang diperoleh perusahaan serta adanya juga unsur tingkat bunga yang berlaku secara umum. Ada pun rumusnya adalah sebagai berikut :

V = P.E HARGA SAHAM
EPS

V = Harga saham atau nilai intrinsik saham
P = Pay Earning Ratio
E = Earning (pendapatan)
K = Tingkat bunga umum yang berlaku (tingkat bunga perbankan nasional yang berlaku sebagai rujuakan)

Contoh : Dalam laporan keuangan PT. XYZ diketahui:

  1. Tingkat pertumbuhan sebesar 10% per tahun
  2. Tingkat bunga umum yang berlaku 17%
  3. Laba atau deviden yang dibagikan sebesar 30%
  4. Pendapatan per saham Rp 900

Berapakah nilai intrinsik atau harga wajar PT.XYZ ?
Jawab: = Rp 4800

Dengan demikian, nilai intrinsi atau nilai wajar saham PT.XYZ adalah Rp4800. Jika harga saham PT.XYZ diperdagangkan di bursa Rp5700, maka transaksi perdagangan saham PT.XYZ terlalu tinggi (overvalue).Dalam kondisi ini, investor disarankan untuk tidak membeli saham PT.XYZ. Jika investor sudah memiliki saham PT.XYZ, sebaiknya segera dijual untuk menghidari kemungkinan penurunan harga yang mengakibatkan kerugian (Capital Lost).

3. METODE PRICE TO BOOK VALUE (METODE PBV)

PBV adalah hasil perbandingan antara harga pasar saham dengan nilai buku per lembar saham. Nilai buku per lembar saham diperoleh dengan cara membagi seluruh modal sendiri perusahaan dengan semua saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh. PBV menggambarkan seberapa besar pasar para investor menghargai nilai buku saham perusahaan. Dapat diartikan bahwa semakin tinggi rasio PBV, maka akan semakin tinggi juga apresiasi pasar terhadap prospek perusahaan, namun di sisi lain kenaikan atau tingginya rasio PBV, juga dapat berarto meningkatnya risiko bagi investor. Secara teoritis rasio PBV yang wajar adalah sebesar 2 kali atau dengan kata lain harga saham dikategorikan masih wajar dalam kaitan dengan risiko investasi jika harga saham perusahaan sebesar 2 kali dari nilai buku per lembar saham. Ada pun rumus PBV adalah sebagai berikut:

PBV = HARGA SAHAM
NILAI BUKU SAHAM

Contoh : misalkan diketahui nilai atau harga pasar suatu saham PT.ABC Tbk Rp 35 per lembar saham, dan data di dalam neraca perusahaan tersebut diketahui bahwa modal perusahaan Rp 350 Miliar, jumlah saham beredar 38.166 miliar lembar. Berapakah PBV ?

Jawab : Nilai buku per lembar saham perusahaan = Rp 350 miliar: 38.166 miliar lembar = Rp 9.
Berarti harga atau nilai pasar saham perusahaan adalah 3,8 kali nilai buku perusahaan.

Perlu diingat juga bahwa ada beberapa hal yang terkait dengan analisa PBV yang perlu diperhitungkan :

  • Perusahaan yang laba atau earning-nya negative, tidak dapat menggunakan metode PER sehingga metode PBV sangat membantu investor untuk memperkirakan risiko yang dihadapi apabila melakukan investasi pada saham perusahaan bersangkutan.
  • Penggunaan metode PBV untuk penilaian harga wajar saham perusahaan – perusahaan yang bergerak di bisdang jasa yang sama asetnya dalam bentuk aktiva tetap umumnya relative sangat kecil, sehingga untuk penilaian saham pada perusahaan – perusahaan yang bergerak di bidang jasa kurang relevan untuk digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anti-Spam Quiz: